JEMBER - Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2027 mendatang, Komisi A DPRD Kabupaten Jember mengingatkan pentingnya etika dalam pemasangan alat peraga sosialisasi bakal calon kepala desa (bacakades). Seruan itu muncul menyusul ditemukannya sejumlah banner yang dipasang dengan cara dipaku atau diikat pada pohon di beberapa wilayah di Kabupaten Jember.
Ketua Komisi A DPRD Jember, Budi Wicaksono, meminta pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), lebih mengedepankan langkah sosialisasi kepada para bacakades agar pemasangan alat peraga dilakukan sesuai ketentuan, tanpa merusak lingkungan.
"Kami menitipkan kepada para bakal calon kepala desa agar tidak memasang alat peraga sosialisasi dengan dipaku atau diikat pada pohon yang masih hidup. Pohon di tepi jalan harus kita jaga bersama," ujar politisi yang akrab disapa Budi Pink, saat ditemui di Gedung DPRD Jember, Senin (3/8/2026).
Menurut dia, setiap warga memiliki hak untuk memperkenalkan diri sebagai bakal calon kepala desa. Namun, proses tersebut semestinya dilakukan dengan tetap menghormati ruang publik dan menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pendidikan politik yang baik.
Ia menyarankan agar alat peraga dipasang menggunakan tiang penyangga sendiri atau ditempatkan di lokasi yang telah memperoleh izin pemilik lahan. Dengan cara itu, sosialisasi tetap dapat berjalan tanpa menimbulkan kerusakan pada pohon maupun mengganggu keindahan lingkungan.
"Kalau memang ingin memasang alat peraga, gunakan tiang sendiri. Itu tidak menjadi persoalan untuk menyampaikan visi dan misi kepada masyarakat. Yang menjadi masalah adalah ketika langsung dipaku atau diikat pada pohon hidup," katanya.
Budi mengatakan, Komisi A akan berkoordinasi dengan para camat agar pesan tersebut disampaikan kepada pemerintah desa, bacakades, serta masyarakat. Menurut dia, langkah sosialisasi penting dilakukan sejak dini mengingat tahapan Pilkades serentak baru akan digelar pada medio 2027 mendatang.
"Kami meminta para camat ikut menyosialisasikan kepada bakal calon dan masyarakat agar pemasangan alat peraga dilakukan dengan cara yang benar. Harapannya, semangat menyambut Pilkades juga diiringi dengan kepedulian terhadap lingkungan," ujarnya.
Fenomena ini mencuat setelah muncul baliho salah seorang bakal calon kepala desa di desa di kabupaten setempat. Baliho tersebut menampilkan ajakan membangun desa yang lebih maju, aman, dan dikenal luas. Keberadaan alat peraga itu menjadi perhatian masyarakat karena sebagian dipasang dengan cara dipaku pada pohon. (*)