UMKM Terdongkrak, Perekonomian Memutar di Desa

Sound Horeg Badean, Menghibur Tiga Desa Dua Kecamatan Berbeda

Sound Horeg Badean, Menghibur Tiga Desa Dua Kecamatan Berbeda
Salah satu talent karnaval dan sound horeg di Desa Badean, saat melintas di tiga desa dua kecamatan berbeda, Sabtu malam kemarin.

JEMBER - Satu desa bisa membuat berkah dua desa lain dari kecamatan berbeda, terjadi di event sound horeg bertajuk karnaval budaya Badean Bangsalsari, Sabtu (3/10/2026) malam kemarin. Sejumlah pelaku UMKM rakyat di tiga desa pun, laris manis berkah dari event tahunan yang digelar Kades Badean beserta warganya.

Tiga desa yang dimaksud, tentunya Desa Badean Bangsalsari sebagai penyelenggara dan dua desa di Kecamatan Panti, Kemuningsari Lor dan Pakis. Betapa tidak, start karnaval budaya dan sound horeg dimulai dari Desa Kemuningsari Lor, melintas lewat Desa Pakis dan finis di Desa Badean Bangsalsari. Sehingga sepanjang jalan, ramai dengan penonton yang berdesak-desakan.

Kepala Desa (Kades) Badean, Purnanto, menyampaikan bahwa acara yang digelarnya, merupakan permintaan warga. Sebagai kades yang memimpin Badean selama tiga periode, dia pun aspiratif mendengar kehendak rakyatnya. “Saya sekedar menuruti keinginan warga saya,” katanya.

Bahkan kata kades Pur, 15 sound horeg peserta yang melintas di tiga desa itu hasil swadaya warganya sendiri. “Warga urunan selama setahun. Saya sebagai kepala desa, harus mengerti keinginan rakyat,” imbuhnya.

Kades Pur bersyukur, antusias warga dari tiga desa yang membludak menyaksikan karnaval dan sound horeg, membuatnya optimistis bahwa niatan memberi hiburan ke warga sampai sesuai tujuannya. Terlebih informasi panitia, warga sekitar yang berdagang di acara tersebut, mendapat berkah jualannya laris manis. “Ada perputaran ekonomi yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Senipan, warga Kemuningsari Lor, menyampaikan senang dengan kegiatan karnaval dan sound horeg yang digagas Kades Pur dan warga Desa Badean. Katanya, sebagai warga desa luar daerah, merasa mendapatkan hiburan gratis dengan kualitas tontonan bernilai ratusan juta. “Saya salut dengan Kades Pur dan warga Badean. Atasnama warga desa Kemuningsari Lor, saya mengucapkan terimakasih,” tuturnya.

Tak hanya Senipan, Ketua Komisi A DPRD Jember, Budi Wicaksono yang akrab disapa Budi Pink, juga terlihat hadir untuk memberi apresiasi kepada warga Badean yang dinilainya telah rela, memberi tumpangan hiburan untuk warga desanya di Kemuningsari Lor. 

“Kegiatan ini hiburan mahal. Satu Sound Horeg harganya bisa Rp 35 juta. Kalau 15 peserta, sudah berapa ratus juta?. Sebagai warga Desa Kemuningsari Lor, saya mengucapkan terimakasih ke semua peserta dari Badean,”  kata Budi Pink.

Sementara itu, Ketua Panitia Karnaval dan Sound Horeg Badean, Fauzi A, mengaku mendapat dukungan penuh warga Badean Bangsalsari, Kemuningsari Lor dan Pakis Panti. “Warga Badean yang bayar sound-nya, warga Kemuningsari Lor dan Pakis juga dapat imbas baiknya. Mereka bisa jualan dan jaga parkir. Uang parkir panitia tidak ambil. Dikasihkan ke warga Kemuningsari Lor dan Pakis,” katanya dengan nada bangga. (*)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index